Kamis, 07 April 2011

“Mujahadah dakam Dakwah”

By : Eko Santoso – TPKI
Sabtu, 15 Januari 2011 @ Teater C ITS Surabaya

Dalam bahasa arab, muhajadah berasal dari kata mujahid yang artinya pejuang. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Allah dalam surat al-ankabut ayat 69 yang artinya : “Dan orang – orang yang berjihad sungguh-sungguh di jalan kami, maka sungguh kami akan tunjukkan jalan-jalan kami.”
Sedangkan kata dakwah berasal dari kata da’a yang artinya menyeru, yaitu menyeru dalam melakukan kebaikan dan sesuai syar’i.

Kenapa harus berdakwah? Ya, dakwah itu merupakan penopang islam yaitu regenerasi pejuang islam terdahulu (penerus para nabi).

Adapun dakwah itu sendiri mempunyai keutamaan, keutamaan tersebut adalah :
- Dakwah – sebagai kenikmatan yang sangat besar
Sebagaimana dalam surat ke 49 (Al Hujurat) ayat 17 telah disebutkan bahwa seorang da’i telah turut menyebarkan kenikmatan berupa keimanan dalam islam dan hal tersebut merupakan tugas yang mulia.
- Dakwah – sebagai amalan yang terbaik
Dakwah merupakan amal yang terbaik karena senantiasa mengajak dan menyeru orang untuk berbuat baik. Ini telah dijelaskan dalam surat ke 41 (As Sajadah) ayat 33 yang artinya :

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah SWT,    mengerjakan amal yang shaleh, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”?.

- Dakwah – Tugas Pokok Rasul
Selain sebagai suatu kenikmatan yang sangat besar dan amalan yang terbaik, dakwah juga merupakan risalah para rasul untuk penerusnya, yaitu para da‘i. Dan hal tersebut merupakan tugas utama dari seorang rasul, sebagaimana dalam surat ke 21 (Al Anbiya) ayat 25 berbunyi : Dan kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan kami wahyukan kepadanya, “bahwasanya tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.”
Muhammad hanya diamanahkan untuk menyeru kepada manusia bahwa tiada tuhan selain Allah. Jika kita turut serta dalam dakwah ini, maka kita sudah terlibat dalam meneruskan risalah rasul
Hal di bawah ini adalah yang harus ada dalam benak da’i, yaitu mengajak orang kembali ke jalan islam.“jadilah kalian menadi orang-orang rabbani, mempelajari al qur’an dan mentadabburi/mentelaahnya....”
Dari waktu ke waktu, di mana saja berada, kehidupan seorang da’i itu terus rabbani. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan hidup yang berkah dengan mengajak para manusia lainnya untuk senantiasa beriman dan bertakwa. Karena Allah telah berjanji dalam kitab-Nya, bahwasanya Ia akan membukakan pintu rezeki dari langit dan bumi jika penduduk suatu negeri senantiasa beriman dan bertakwa.

Selain itu, Allah telah menjelaskan dalam surat ke 6 ayat ke 16 bahwa seseorang yang menatangkan kebaikan terhadap orang lain maka ia juga akan mendapatkan kebaikan tersebut yang sejenisnya.
Yang harus dipahami adalah, jadikan dakwah sebagai motivator dalam diri kita.
Adapun tahapan dakwah itu ada 4:
Tahap pertama (tahap ta’lim)
merupakan tahap dasar sebagai pemula dalam mendekati objek dakwah, biasanya tahap ini adalah proses pemberitahuan tentang kebaikan pada umumnya.
Tahap kedua (tahap tablig)
Merupakan tahap pembentukan dari objek dakwah, dengan mengasah pengetahuan yang telah diberikan pada tahap pertama di atas (membentuk konsep pemikiran menjadi aktivitas yang dinamis)
Tahap ketiga (tahap ta’zim)
Merupakan tahapan yang memberikan pengarahan dalam pengorganisir, maksudnya adalah memberikan pengetahuan tentang managemen koordinasi kepada objek dakwah.
Tahap keempat
Merupakan tahapan yang memberikan motivasi dan semangat kepada objek dakwah untuk terus berjuang dalam dakwah ini.
Keistiqomahan dalam dakwah juga perlu diperhatikan, sebagaimana bekal apa yang harus diperhatikan oleh para da’i, yaitu:
Bekal dakwah : bekal ruhiyah dan bekal ilmu

Managemen dakwah : memanage amanah dakwah agar tidak terembankan pada satu orang semata.
Ingat : perbedaan itu adalah hal yang lazim, jadi tidak mungkin untuk disatukan, tapi yang perlu diperhatikan adalah bagaimana untuk belajar menghargai dan menghormati terhadap pemahaman itu, tidak untuk saling menjelekkan dan menjatuhkan.
Dakwah itu membutuhkan “Kesabaran”


semoga bermanfaat.

Rokok, Begitu Pentingkah?

Ketika itu, seperti biasanya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup terutama dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, saya menghampiri warung yang biasanya tempat makan yang paling mantab di kampus perjuangan. Ya, makan merupakan kebutuhan utama tubuh entah itu makanan jasmani maupun rohani, terlebih bagi mahasiswa yang kerjaan utamanya adalah belajar, itu tentu akan sangat menunjang aktivitas setiap harinya. Bagi sebagian mahasiswa, hal ini menjadi pilihan utama untuk menghilangkan rasa lapar, namun di lain sisi ada juga mahasiswa menjadikan makan adalah bertujuan menghilangkan stress (ko bisa ya??).
Namun, ketika saya masuk ke warung tersebut, saya memilih untuk duduk dengan beberapa mahasiswa yang beda jurusan. Apa yang terjadi kawan?
Dari percakapan singkat beberapa mahasiswa tersebut, sempat membuat saya tertegun mendengarnya. Salah satu dari mereka mengatakan “saya mending kehilangan korek, dibanding kehilangan rokok.” Ada yang tahu kawan alasan si Fulan tersebut mengatakan hal itu?
 
Ya, kalau kehilangan rokok masih memberikan kesempatan untuk merokok karena rokok biasanya diberikan teman sedangkan kalau kehilangan korek walaupun punya sebatang rokok belum tentu bisa merokok.
Paradigma tentang pentingnya merokok bagi sebagian kalangan sudah mengakar bagi para pencandu rokok tersebut. Entah apa yang menjadi alasan utama untuk menghisap rokok tersebut? Sebagian mahasiswa mengatakan bahwa dengan merokok dapat menghilangkan rasa stress, merokok membuat orang akan merasa lebih jantan (terutama yang cowok), kalau ga ngerokok, banci. Apa iya ya? Kok bisa? Tentu, bagi sebagian orang awam rokok akan mengatakan hal tersebut tidak penting.

Tapi, apakah tidak pernah terpikirkan di benak hati mereka betapa rokok sudah banyak merenggut nyawa orang. Padahal sudah jelas tercantum di bungkus rokok tersebut tentang bahaya merokok. Tapi anehnya lagi, meskipun sudah tercantum di bungkusnya, jutaan orang bahkan puluhan juta sudah mengkonsumsinya setiap hari hingga melebihi ambang batas yang sewajarnya (maksudnya, terkadang orang setiap hari satu bungkus hingga dua bungkus rokok habis terhisap). Hal tersebut dikarenakan adanya unsur nikotin yang membuat seseorang akan merasa kecanduan ketika sudah menjadi konsumen primer.
Yang paling penting kita tau sahabat, ternyata rokok tersebut tidak hanya akan berdampak bagi para perokok aktif saja. Tidak sedikit korban dari rokok tersebut adalah perokok pasif, artinya ada juga bahaya bagi mereka yang tidak merokok. Hal tersebut dikarenakan asap rokok yang terhirup secara tidak sengaja oleh perokok pasif tersebut. Beberapa efek yang ditimbulkan ketika perokok pasif menghirup asap rokok adalah:

Meningkatkan resiko kanker paru-paru maupun jantung, radang paru-paru dan brokitis, sakit atau pedih mata, sering bersin dan batuk-batuk, sakit kerongkongan dan batuk-batuk hingga menyebabkan kematian.
Ada seorang sahabat kecil dulu yang sampai sekarang asih alergi sama rokok hingga sempat terbaca oleh saya ketika dia mengupdate status di FB, "Asap rokok lebih membahayakan prokok pasif daripada perokok aktif, salah satuya karena ASAP rokok 10x lebih besar daripada zat terkandung dalam rokok.. soo.. pikirkan lagi,, secara tidak langsung para perokok membahayakan orang-orang di sekelilig mereka.."
Kembali ke percakapan di atas tentang mereka yang memilih kehilangan rokok dibading kehilangan korek. Sangat disayangkan, kenapa mereka tidak pernah memikirkan bagaimana kaau mereka kehilangan nyawa?
Apakah mereka sudah merasa siap untuk menghadap-Nya?
wWallahu'alam bi sawwaf..

MEH, castilo

Urban Sprawl di Surabaya

Peningkatan jumlah penduduk di perkotaan diproyeksikan akan terus meningkat setiap tahunnya. Surabaya sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta saat ini telah mengalami permasalahan tersebut. Terlihat dengan semakin meningkatnya  jumlah lahan yang tersedia dialihfungsikan sebagai tempat perumahan bagi warga kota Surabaya. Peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya ini pada umumnya dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya adalah urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota), fertilisasi (kelahiran) semakin meningkat dan mortalitas (kematian) yang cenderung menurun.

Dari ketiga faktor di atas, perpindahan penduduk merupakan faktor yang memberikan andil besar dalam peningkatan jumlah penduduk di Surabaya. Hal tersebut dikarenakan Surabaya menjadi kiblat utama Jawa Timur yang dijadikan pusat kegiatan pemerintahan, perdagangan dan jasa, perkantoran, perindustrian dan kegiatan lainnya yang menunjang perkembangan sebuah kota. Dengan berbagai hal tersebut, secara tidak langsung akan memberikan efek pada ketertarikan warga luar Kota Surabaya untuk datang menjadi pekerja di Surabaya, secara umumnya.

Perpindahan penduduk dari luar kota Surabaya dimaksudkan sebagai pendatang baru yang bertujuan untuk mencari kerja dan menetap di Surabaya. Hal ini secara signifikan mempengaruhi tingkat pertumbuhan penduduk kota tiap tahunnya semakin meningkat. Terlihat dari tahun ke tahun jumlah presentase pertumbuhan penduduk rata-rata adala 1,2%. Hal inilah yang sering disebut sebagai fenomena kependudukan urbanisasi.

Faktor kedua yang menjadi permasalahan adalah tingkat kelahiran yang tinggi diakibatkan kurang terkedalinya program KB (Keluarga Berencana) sehingga penduduk perkotaan terutama di Surabaya semakin mengalami peningkatan. Bisa dilihat pada tahun 2008 jumlah penduduk di Surabaya sebanyak 2.866.841 orang. (sumber : Resume Profil Kesehatan Kota Surabaya tahun 2008)

Dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebanyak 1,2% akan berpengaruh terhadap keperluan perumahan yang sangat besar. kebutuhan jumlah rumah yang besar tentu akan berimplikasi pada penggunaan lahan kosong yang seharunya dimanfaatkan sebagai paru-paru kota seperti RTH (Ruang Terbuka Hijau). Di sisi lain, ketersediaan lahan di Kota Surabaya cenderung tetap dan terbatas, sehingga alternatif yang dijadikan dalam pengadaan perumahan baru adalah mengkonversi lahan baru pada daerah pinggiran kota. Konversi lahan tersebut dikenal dengan istilah urban sprawl. Urban sprawl mendorong konversi lahan pinggiran perkotaan menjadi peruntukan lahan dengan fungsi perkotaan.  (Northam dalam Firman, 1997)

Oleh karen itu, dengan melihat fenomena permasalahan penduduk yang berdampak pada konversi lahan kosong (RTH) yang seharusnya dijadikan paru-paru kota, perlu pengendalian penduduk dengan penyebaran penduduk secara merata. Selain itu penyebaran penduduk dan aktifitasnya disesuaikan dengan daya tampung dan daya dukung ruang pada setiap bagian wilayah kota yang ada di Surabaya ini. Dengan pengendalian konversi lahan RTH sebagai identitas kota Surabaya, maka Surabaya berwarna bunga kedepannya akan dapat terealisasi.

M. Erwin Hidayat, mahasiswa jurusan Teknik Planologi ITS
castilo 16.51

“Untuk Apakah Kita Hidup?”

Ya, sahabat..
Marilah senantiasa kita terus mengajak saudara kita untuk terus bertakwa, karena sesungguhnya takwa itu sebenarnya bekal untuk nanti.
Ya, seperti kalimat di awal di atas, untuk apakah kita hidup?
Bingung? Ya, mungkin ini adalah jawaban utama ketika dihadapkan pertanyaan tersebut..
Jawabannya adalah ada pada salah satu ayat al-Qur’an yang artinya “Tidaklah diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah”. Kurang lebih artinya seperti tersebut. Apa maksud dibalik ayat tersebut?

Gerak gerik kita yang disertai detak jantung yang terus memompa oksigen di dalam tubuh kita semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Seperti apa yang telah dikatakan imam syafi’I bahwa setiap melakukan suatu kegiatan baik yang disengaja hanyalah untuk mencari ridho Allah SWT.
Namun, yang perlu ditekankan di sini adalah adanya unsur ibadah tersebut yang tentunya sama-sama harus kita ketahui sahabat. Apa itu?? Ya ikuti terus tulisan ini.

Niat, itulah unsur terpenting dalam berbuat sesuatu yang berupa amalan.
Coba kita lihat hadist pertama dalam hadist arba’in tentang niat (silahkan ambil hadistnya, kalau yang belum punya, bisa dibeli, kalau ga salah murah).
Dalam hadist tersebut dapat diambil beberapa poin penting, yaitu :
- Sesungguhnya setiap amalan itu selalu dibarengi dengan niat
- Setiap manusia akan mendapat balasan terhadap apa yang telah diniatkan dalam melakukan sesuatu, seperti pada contoh di ayat tersebut yang menyebutkan bahwa jika berhijrah kepada Allah dan Rasulnya, maka akan didapat apa yang telah diniatkan tersebut sedangkan jika berhijrah karena sesuatu selain Allah, maka ia akan mendapatkan apa yang diniatkan tersebut juga.

Namun, yang menjadi masalah sekarang adalah kalimat awal dari hadist tersebut adalah sering disalahartikan. Seperti contoh, dalam melakukan hal baik otomatis niatnya juga baik. Tidak selamanya apa yang telah diperbuat tersebut akan searah dengan niatannya, bisa saja apa yang dilakukan tersebut kelihatan ikhlas namun dibaliknya itu ??? (penuh tanda tanya)
Terkadang niat dan amal satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan harus sejalan karena amal perbuatan itu harus disengaja dengan niat dan berujung untuk mencari ridho Allah SWT.

Sedikit panduan Rasulullah dalam menghindari niat yang salah dalam meniatkan sesuatu.
1.       Tangan di atas lebih berat baik dibanding tangan di bawah
Maksudnya di sini adalah, sebelum melakukan sesuatu pikirkan terlebih dahulu apa yang akan kita berikan dan jangan berharap apa yang akan kita dapatkan.
2.       Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain
Maksudnya adalah dalam berbuat sesuatu seharusnya mempunyai manfaat bagi orang lain.
Terlebih kita sebagai para penuntut ilmu, sahabat. Mari kita senantiasa memperbaiki niat kita dalam menuntut ilmu. Karena menurut Abu La’its mengatakan bahwa mayoritas orang yang mencari ilmu adalah hal yang sangat baik, namun ilmu itu akan menjadi sumber celaka jika niat kita salah. Seperti apa dampaknya (tujuan karena mempunyai ilmu), ya ini dampaknya :
-          Untuk menyaingi ahli ilmu
-          Untuk pintar debat dengan ilmu
-          Untuk meningkatkan status social
-          Untuk melimpahkan status kekayaan

Jika empat hal di atas sering menghantui kita, maka akan berdampak pada manfaat ilmu akan berhenti dengan sendirinya. Karena keberkahan ilmu tersebut tidak didapatkan. Oleh karena itu, cepatlah dalam memperbaiki niat (imam syafi’i) kita semua sahabat.
Semoga catatan ini bermanfaat bagi kita semua.
Oleh :

MEH, Castilo.
Dikutip dari khutbah jum’at Masjid Manarul Ilmi ITS pada Jum’at, 31 Desember 2010.

Dewasa adalah Sebuah Pilihan

Ya, itulah seuntai kalimat yang tepat untuk kita sobat
Detik berganti detik
Menit berganti menit
Jam berganti jam
Bulan berganti bulan
Hingga..
Tahun berganti tahun
Kita rasakan setiap detak jantung kita
Hingga kita tidak merasakan bahwa kita telah mengalami metamorfosa kehidupan baik jasmani maupun rohani kita
Dulunya kita terlahir ke dunia yang penuh perhiasan ini dengan menjadi sosok seorang bayi mungil yang amat disegani oleh setiap orang yang melihat dan memandang kita..
Kini bayi kecil itu telah beralih ke fase selanjutnya..
Ya,, tanpa kita sadari sekarang..kita telah menjadi seorang yang berbeda dengan kondisi waktu bayi kecil..
Perbedaan yang mencolok adalah jasmani dan rohani kita terutama.
.
Tapi,,
Apakah hanya sekedar itu sobat..
Ternyata itu tidak cukup..//
Banyak sahabat-sahabat kita yang telah mengalami metamorfosa seperti itu namun apa yang terjadi?
Tidak selamanya factor yang dua tadi memberikan kesan terbaik
Jadi, apa sebenarnya yang dibutuhkan??
Sobat..
Dewasa adalah suatu pilihan buat kita..
Ya..
Ketika kita merasakan betapa pentingnya suatu kedewasaan..
Yaitu mempunya kesadaran tinggi terhadap apa yang kita miliki sekarang
Pemikiran yang realistis dan rasional
Tindakan yang menjadi teladan bagi sahabat lainnya
Itu patutlah kita syukuri sobat
Kita tak pantas untuk berbuat sombong..
Harus disadari bahwa kita hanya seorang yang lemah dan tidak punya apa-apa
Kepunyaanlah semua yang ada di langit dan di bumi..
Hanya sikap kedewasaan yang patut kita syukuri sobat
Mungkin jasmani kita kecil
Tapi ingatlah..
Kedewasaan itu tidak dilihat karena fisiknya
Tapi karena pemikiran dan keteladanannya
Ya..
Itulah pentingnya KEDEWASAAN sobat..

Sukses selalu
MEH
(terinspirasi dari taujih ketika Syuro’ MUI)

Minggu, 20 Februari 2011

Rahasia Allah, Siapa yang Mengetahuinya

Alhamdulillah, melalui media ini kembali penulis ingin berbagi dan semoga bisa memberikan manfaat bagi semua.. BIARKAN HIDUP INI PENUH MANFAAT sobat.
Hari ini, saya mendapat sebuah motivasi baru dalam hidup ini, alhamdulillah. Motivasi itu timbul dari seorang guru kehidupan yang begitu memberikan kesan berharga. "Jalani hidup ini dengan hal yang penuh manfaat bagi orang lain". Ya kata itu seolah terus berbisik di telinga ini, mengingat kata-kata si Fulan itu.
Dimulai dengan pertanyaan, apa yang menjadi mimpimu tahun depan sahabat? Itulah, awal cerita si Fulan ini. Singkat cerita, si Fulan menceritakan mimpinya itu. Sungguh, air mata ini terasa ingin keluar ketika mendengar apa yang diceritakan oleh sahabat kita itu. Tahukah anda apa isi cerita si Fulan ini? Ya, mimpi-mimpi yang ingin ia capai yaitu menginginkan suatu kesembuhan dari sakit yang dialami si Fulan. Ia begitu bersyukur dengan apa yang dijalani sekarang. Bahwa ia tidak pernah terpikir akan terus menghirup udara di dunia ini, disebabkan dirinya mempunyai penyakit komplikasi, padahal umurnya masih begitu muda. Hal tersebut diungkapkan bahwa tidak pernah mengira akan sampai pada penghujung tahun ini.
Penyakit yang dialami tersebut telah diponis dokter bahwa umurnya tidak akan lama lagi? Tapi apa yang dia lakukan kawan setelah terkena ponis tersebut. Mungkin bagi sebagian orang, hal tersebut akan membuat dirinya lemah semangat untuk menjalani hidup ini. Tapi tidak dengan dirinya!! Hal tersebut menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus berjuang hidup dengan memberikan hal yang bermanfaat bagi orang lain yang ada di sekitarnya. Ia berpikir, bahwa dia harus memanfaatkan sisa hidupnya tersebut untuk hal yang mampu membuat orang lain bangga terhadapnya. Itu dijalani setiap langkah hidupnya di dunia ini.
Namun sahabat, Rahasia Allah, Siapa yang Mengetahuinya?
Ponis yang diungkapkan dokter tentang hidupnya yang tidak akan lama lagi ternyata gagal.. Hal itu membuat dirinya semakin bersemangat dalam menempuh jalan hidup ini dengan hal yang bermanfaat dan berguna. Itu menjadi sedikit titik terang bagi dirinya untuk terus berjuang hidup dan yakin bahwa umurnya masih panjang.
Ia pun berpesan sahabat, "Lakukan hal yang baik (terutama beriman dan bertawakkal pada sang Maha Hidup), ingatlah bahwa seakan-akan dirimu esok hari akan pergi meninggalkan sahabat-sahabatmu". Hal itulah yang ia katakan. Ia pun kembali ingin mengukir mimpinya untuk bisa bertemu kembali dengan akhir tahun yang akan datang, terutama akhir bulan Hijriah, ITULAH MIMPINYA SI FULAN sahabat.
Apa yang kita bisa ambil ibrahnya dari cerita di atas sahabat?
Ia, apa-apa yang kita rencanakan saat ini jauh akan lebih indah rencana Allah kepada kita.. Di saat tidak ada harapan untuk bertahan hidup, Allah berkehendak lain. Allah masih membutuhkan kita untuk menegakkan jalan-Nya di dunia ini.
Kita sangat berharap kasih sayang Allah semoga selalu dekat dengan kita.
mari kita buat hidup ini dengan hal yang bermanfaat Sahabat..!!
insyaallah kita bisa..
MEH, castilo 23.24

Teruslah Mencoba

Pernahkah Kau jatuh saat ingin mengejar sesuatu di depanmu?
Pernahkah Kau gagal saat mencoba sesutu hal yang orang lain anggap hal itu mudah?
Dan pernahkah Kau merasa terkucilkan disaat semua orang tak menghiraukan keadaanmu?
Dan apa yang Kau lakukan setelah itu? menyerah?atau bangkit kembali dari hal tersebut?
Saat Kau ingin mengejar sesuatu yang ada di depanmu baik itu abstrak maupun nyata, TERUSLAH KEJAR! Kalaupun ada   batu yang banyak dan membuat kau terjatuh tetaplah berjuang untuk terus berlari ke depan.
Saat kau gagal mencoba sesuatu hal yang orang lain mengganggapnya hal tersebut mudah
TETAPLAH MENCOBA!
Kalaupun ada hinaan dan cacian karena kau tidak bisa melakukannya tetaplah berusaha hingga kau berhasil menciptakan apa yang kau coba
Saat kau merasa terkucilkan disaat semua orang tak menghiraukanmuBERPIKIRLAH POSITIF! Kalaupun banyak orang yang mengecewakanmu dan membuatmu terluka tetaplah tersenyum hingga semua orang menyadari bahwa kau begitu berarti bagi mereka
Kenapa kita harus lakukan semua itu???Penting kah???
Batu yang menjatuhkanmu saat mengejar sesuatu mengajarkan kita bahwa kita perlu teliti dalam melangkah dan belajar dari kesalahan kita saat kita terjatuh.
Gagal saat mencoba sesuatu merupakan hal yang mengajarkan kita untuk pantang menyerah dan menunjukkan kita bahwa kita itu bukannya bodoh melainkan kita menemukan hal penghambat yang orang lain tidak temukan sebagai pembelajaran bagi kita untuk bisa mengatasi kendakla saat mencobanya kembali.
Merasa terkucilakan mungkin merupakan kesalahan dari kita berpandangan terhadap orang lain dan perasaan seperti ini mengajarkan kita untuk berpikir positif bahwa orang2 disekitar kita tetap peduli terhadap kita mungkin cara mereka untuk perduli kurang kita pahami untuk itu disinilah kita perlu belajar mempelajari karakter orang lain
Semua hal yang membuat kita putus asa sebenarnya menyimpan pembelajaran yang sangat berharga bagi kita. Bukan lagi saatnya kita menyerah saat keputusasaan menyerang kehidupan kita, namun di saat itulah kita harus bangkit untuk berusaha menyelesaikan itu semua karena semua itu hanya kita yang dapat menyelesaikannya dengan baik. Dan lihatlah sisi baik dari setiap masalah yang ada jangan selalu melihat sisi jelek dari suatu masalah, karena tiap sisi menimbulkan efek yang berbeda.
Artikel Kiriman dari Sahabat Sartika Setiyowati